CIANJUR – Sekitar 2.000 jamaah mengikuti pelaksanaan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Ketua Umum Masjid Agung Cianjur, KH. Ir. Deny Saepul Rohman, menjelaskan bahwa salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar manusia dengan memanjatkan doa secara bersama-sama agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan.
“Salat istisqa ini merupakan salah satu ikhtiar kita sebagai manusia untuk memohon kepada Allah agar diberikan hujan. Kita berdoa kepada Allah dengan jalan salat istisqa agar hujan segera diturunkan,” ujar KH. Deny Saepul Rohman.
Menurutnya, pelaksanaan salat istisqa terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan secara berjamaah di tempat terbuka. Tata pelaksanaannya pada dasarnya menyerupai salat Idulfitri maupun Iduladha, namun dengan niat yang berbeda.
“Dua rakaat dilaksanakan secara berjamaah di lapangan atau ruang terbuka. Pelaksanaannya sama seperti salat Idulfitri atau Iduladha, hanya niatnya yang berbeda. Setelah itu dilanjutkan dengan dua khutbah,” jelasnya.
KH. Deny juga menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan salat istisqa, umat Islam dianjurkan melakukan sejumlah amalan, di antaranya berpuasa selama tiga hari berturut-turut. Misalnya, puasa Senin, Selasa dan Rabu, kemudian pada hari keempat dilaksanakan salat istisqa.
Selain berpuasa, jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal ibadah dan sedekah.
“Disunahkan juga memperbanyak istighfar. Salah satu penyebab tidak turunnya hujan adalah dosa manusia. Karena itu kita memperbanyak istighfar dan amal kebaikan,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, jamaah juga didorong untuk memperbanyak sedekah. Salah satunya dengan melibatkan Baznas, sehingga masyarakat yang mengikuti kegiatan dapat sekaligus menyalurkan sedekah.
Rangkaian salat istisqa kemudian ditutup dengan khutbah dan doa-doa khusus untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
KH. Deny berharap ikhtiar dan doa bersama tersebut menjadi jalan bagi masyarakat Cianjur untuk segera mendapatkan hujan, terlebih kondisi saat ini mulai dirasakan masyarakat dengan semakin sulitnya memperoleh air bersih.
“Ini bentuk ikhtiar kita memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan, karena kita melihat masyarakat sudah mulai kesulitan memperoleh air bersih, terutama di beberapa wilayah,” pungkasnya (Cr)



Social Header