CIANJUR — Semangat pembinaan sepak bola usia dini mewarnai perayaan Anniversary ke-8 Sekolah Sepak Bola (SSB) Clonk’s. Tahun ini, SSB Clonk’s menggelar Festival Sepakbola Usia Dini di Lapangan Brimob, Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu (26/9/2026).
Festival tersebut tidak sekadar menjadi momentum perayaan ulang tahun SSB Clonk’s, tetapi juga menjadi wadah bagi ratusan pemain muda untuk menunjukkan kemampuan, membangun pengalaman bertanding, sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah sepak bola.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Tercatat sebanyak 31 SSB dengan total 102 tim ambil bagian dalam festival tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Cianjur, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Sukabumi, Bogor hingga Bandung.
Sekretaris SSB Clonk’s, Gio, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen SSB Clonk’s dalam mendorong pembinaan sepak bola sejak usia dini.
“Tujuan kegiatan ini untuk mencetak bibit-bibit pesepak bola Indonesia yang lebih profesional. Pesertanya mencapai 31 SSB dengan 102 tim, tidak hanya dari Cianjur, tetapi juga dari Sukabumi, Bogor hingga Bandung,” ujar Gio.
Festival mempertandingkan kelompok usia 8, 9, 10, 11 hingga 12 tahun. Menariknya, sejumlah SSB bahkan menurunkan lebih dari satu tim. Ada yang membawa dua, tiga, bahkan hingga empat tim dalam ajang tersebut.
Menurut Gio, tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa minat terhadap pembinaan dan kompetisi sepak bola usia dini semakin berkembang.
“Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Ada satu SSB yang menurunkan dua, tiga bahkan sampai empat tim. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan kami terus berkembang,” katanya.
Ia berharap Festival Sepakbola Usia Dini dalam rangka Anniversary ke-8 SSB Clonk’s dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang.
Bahkan, pihaknya berharap peserta festival ke depan tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa bibit-bibit pesepak bola dari Cianjur juga siap bersaing di tingkat yang lebih luas,” ucapnya.
Dorong Karakter dan Sportivitas Anak,Dukungan terhadap festival tersebut turut datang dari berbagai pihak. Salah satunya Irawan,Owner SHKLA Industries Konveksi dan Sablon, yang menilai olahraga menjadi salah satu sarana penting dalam membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, sepak bola usia dini bukan hanya tentang kemampuan mengolah bola, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar disiplin, bekerja sama dan membangun mental bertanding.
“Selain menyalurkan bakat, anak-anak juga belajar tentang kedisiplinan. Usia emas seperti ini harus kita dukung. Pesan saya, tetap semangat berlatih. Bagi yang belum mendapatkan kemenangan, jangan berkecil hati,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Yunus, Owner PuncakGoVillas. Ia menilai keberadaan SSB memiliki peran penting dalam memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk berkembang.
“Kami senang bisa ikut berkontribusi. SSB bukan sekadar tempat bermain sepak bola, tetapi juga menjadi tempat untuk membentuk karakter anak. Harapannya, semakin banyak anak memiliki wadah untuk berkarya dan berprestasi,” ungkap Yunus.
Menurutnya, olahraga tidak semata-mata berbicara mengenai menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan olahraga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, sportivitas, kedisiplinan serta membangun kepribadian yang positif.
Festival Sepakbola Usia Dini Anniversary ke-8 SSB Clonk’s akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Di balik persaingan di lapangan, tersimpan semangat pembinaan, sportivitas, persahabatan dan harapan lahirnya generasi pesepak bola muda berbakat dari Cianjur.
Dari Lapangan Brimob, talenta-talenta muda itu terus ditempa untuk mengejar mimpi besar. Bukan tidak mungkin, dari ajang seperti inilah kelak lahir pemain-pemain yang mampu membawa nama Cianjur bersinar di tingkat daerah, nasional hingga internasional.(Cr)







Social Header