CIANJUR — Kick-Off Manasik Haji Nasional 2026 dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Jalan Lingkar Timur Salagedang-Sabandar, Kabupaten Cianjur, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut diikuti kurang lebih 50 jemaah calon haji. Pelaksanaan kick-off dilakukan secara serentak secara nasional dengan pusat kegiatan di Madiun, sementara peserta di daerah mengikuti rangkaian kegiatan melalui Zoom.
Kasubag TU Kemenhaj Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan jemaah calon haji Kabupaten Cianjur agar lebih siap menghadapi pelaksanaan ibadah haji.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini sudah terlaksana dengan baik. Untuk jemaah Cianjur yang saat ini siap mengikuti bimbingan baru sekitar 61 orang dari kuota yang kita dapatkan sebanyak 176 orang," ujar Emma.
Menurutnya, setelah kick-off tersebut, Kemenhaj Kabupaten Cianjur akan mulai melaksanakan bimbingan manasik secara berkala setiap satu bulan sekali mulai bulan depan. Menjelang keberangkatan, bimbingan juga akan dilaksanakan sekitar dua kali sebagai tambahan dari program manasik yang diwajibkan pemerintah.
"Ini merupakan inisiatif Kabupaten Cianjur. Jadi selain program yang diwajibkan pemerintah, kita berupaya memperbanyak bimbingan agar jemaah benar-benar siap," katanya.
Emma menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Cianjur. Bahkan, jemaah dari Kecamatan Cidaun yang merupakan salah satu wilayah terjauh turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari sisi usia, jemaah yang mengikuti program saat ini cukup beragam. Peserta termuda tercatat berusia 22 tahun, sedangkan yang tertua berusia 86 tahun.
Materi bimbingan nantinya tidak hanya berkaitan dengan pemahaman agama dan tata cara pelaksanaan ibadah haji. Jemaah juga akan mendapatkan bimbingan mengenai kesehatan, olahraga, serta praktik manasik secara langsung.
"Jadi program manasik ini tidak hanya dari sisi fikih agamanya saja. Nanti kita juga akan memberikan bimbingan kesehatan, mengajak jemaah untuk berolahraga, dan pada akhir sesi akan ada praktik," jelasnya.
Ia berharap melalui bimbingan yang dilakukan secara rutin, jemaah calon haji Kabupaten Cianjur dapat lebih mandiri selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Harapannya jemaah bisa mandiri, tidak terlalu mengandalkan pembimbing ataupun petugas. Karena itu jadwal bimbingan manasik akan kita perbanyak," ungkapnya.
Selain kesiapan ibadah, aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting. Jemaah diarahkan untuk mulai menjaga kondisi kesehatan sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
"Selama ini banyak jemaah ketika sampai di sana mengalami sakit. Kita berharap ketika sampai di Tanah Suci, mereka dalam kondisi sehat dan sudah memahami apa yang harus dilakukan, sehingga tidak bingung lagi," pungkas Emma.(Cr)



Social Header