Breaking News

Semarak Sumpah Pemuda, Karang Taruna Mencrang Desa Ciherang Gelar Turnamen Feo-Feo, 12 Tim Berlaga

CIANJUR, BEWARA SURYAKANCANA – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Mencrang Desa Ciherang menggelar Turnamen Feo-Feo di Lapangan Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Minggu (18/10/2026).

Turnamen sepak bola tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Sebanyak 12 tim mengikuti pertandingan yang dibagi ke dalam tiga grup, masing-masing terdiri atas empat tim. Peserta berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Cilaku, Ciranjang, dan tim-tim dari sekitar Desa Ciherang.

Ketua Panitia Turnamen Feo-Feo, Asep Roni yang akrab disapa Pakau, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarpemain, pemuda, dan warga.

“Tujuan pertama kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara pemain sepak bola dan masyarakat. Selain itu, kami ingin lapangan desa menjadi lebih rapi, bersih, dan tertata dengan baik,” ujar Pakau.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi salah satu upaya Karang Taruna Mencrang untuk mendorong kegiatan positif bagi generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas olahraga di Desa Ciherang.

Menurutnya, panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan, pihaknya telah merencanakan turnamen sepak bola untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) kelompok usia 10, 12, 14, dan 15 tahun pada November mendatang.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini bisa terlaksana. Kami berharap ke depannya dapat terus mengadakan event seperti ini dan memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat Desa Ciherang,” katanya.

Pakau menegaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk membesarkan nama organisasi, melainkan menjadi wadah bagi pemuda untuk berkontribusi, menghadirkan hiburan, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Ciherang, Nyanyang Sarif Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menyukseskan turnamen dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu berjalan dengan baik. Ia berharap Turnamen Feo-Feo dapat menjadi agenda rutin tahunan di Desa Ciherang.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan berjalan sukses. Kami berharap turnamen ini dapat diagendakan kembali pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Nyanyang.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan para peserta, sekaligus memohon maaf apabila fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi harapan.
Nyanyang membuka diri terhadap kritik dan saran sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan pada masa mendatang.

Antusiasme masyarakat yang memadati area lapangan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Menurutnya, sambutan warga tersebut menunjukkan adanya harapan agar kegiatan olahraga dan hiburan serupa terus digelar.

Pemerintah Desa Ciherang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang diinisiasi generasi muda, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga kegiatan seni dan budaya.

“Kami sebagai pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan para pemuda. Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini, persatuan dan kesatuan masyarakat, khususnya di Desa Ciherang, semakin kuat,” katanya.

Kapten tim Game Over Star Connection, Sunsun Sunkawa, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih timnya dalam turnamen tersebut.

Ia menilai kerja keras para pemain serta penerapan instruksi pelatih menjadi faktor penting dalam penampilan tim sepanjang pertandingan.

Menurut Sunsun, laga final menjadi pertandingan paling menantang karena mereka kembali berhadapan dengan tim Ciherang. Kedua tim sebelumnya juga bertemu pada fase penyisihan dengan hasil imbang 1-1.

“Pertandingan final menjadi lawan paling berat bagi kami karena kembali bertemu Ciherang. Saat penyisihan, skor kami 1-1. Alhamdulillah, pada pertandingan final kami berhasil meraih kemenangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kekompakan tim terbentuk melalui persiapan dan latihan bersama yang telah dilakukan sejak lama. Hal tersebut membuat komunikasi dan kerja sama antarpemain semakin terbangun ketika bertanding.

Sunsun berharap turnamen seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat Cianjur yang menyaksikan perkembangan sepak bola lokal dan potensi generasi muda.

“Harapan kami, semoga ada event-event berikutnya. Dengan begitu, masyarakat Cianjur bisa melihat bahwa perkembangan sepak bola sangat dibutuhkan untuk menggali potensi anak-anak muda,” tuturnya.

Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan hadiah bagi tim yang berhasil menempati posisi terbaik. Dari biaya pendaftaran sebesar Rp500.000 per tim, panitia mengalokasikan hadiah sebagai berikut:
Juara pertama: Rp1.300.000 dan trofi kaki empat.
Juara kedua: Rp700.000 dan trofi kaki tiga.
Juara ketiga bersama: Trofi dan sertifikat.

Melalui Turnamen Feo-Feo Karang Taruna Mencrang, pemuda Desa Ciherang berharap dapat terus menghadirkan kegiatan olahraga yang produktif, memperkuat solidaritas masyarakat, serta membuka ruang bagi berkembangnya bakat sepak bola di Kabupaten Cianjur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui aksi nyata, kebersamaan, dan kontribusi generasi muda bagi lingkungan serta masyarakat sekitarnya.(Cr)


 

© Copyright 2026 - Bewara Suryakancana