Breaking News

Wisuda Angkatan ke-25 Universitas Suryakancana, Nanda Sari Handayani: Kuliah Bukan Hanya Belajar di Ruang Kelas

CIANJUR – Universitas Suryakancana menggelar Sidang Terbuka Senat Universitas dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-25 Tahun Akademik 2025–2026, Agra Hotel, Rabu (14/10/2026).

Momen wisuda ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Salah satu wisudawati, Nanda Sari Handayani dari Jurusan Ekonomi Syariah Universitas Suryakancana, mengungkapkan bahwa pengalaman selama menjalani kehidupan kampus memberikan banyak pelajaran berharga, bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun karakter dan kedewasaan.

Menurut Nanda, pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah kesempatan untuk belajar, berproses, serta terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Berbagai pengalaman tersebut mengajarkannya tentang tanggung jawab, kerja sama, hingga cara menghadapi orang-orang dengan karakter yang berbeda.

“Perjalanan kuliah juga mengajarkan saya bahwa proses menjadi dewasa tidak hanya didapatkan dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman, kegagalan, dan perjuangan yang dilalui,” ungkap Nanda.

Ia menilai, pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain bekal ilmu akademik, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, mengatur waktu, serta menyelesaikan masalah merupakan kompetensi yang perlu terus dikembangkan.

Bagi Nanda, dunia kerja tidak hanya membutuhkan seseorang yang memahami teori, tetapi juga individu yang memiliki kemauan untuk terus belajar, mampu beradaptasi, bertanggung jawab, dan berani menghadapi berbagai tantangan.

“Dunia kerja bukan hanya membutuhkan orang yang pintar secara teori, tetapi juga orang yang mau belajar dan mampu menghadapi tantangan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Nanda juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terlalu membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain, karena setiap orang memiliki waktu dan perjuangan masing-masing.

Menurutnya, rasa lelah selama menjalani perkuliahan merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk menyerah dalam meraih cita-cita.

“Jika merasa lelah, beristirahatlah, tetapi jangan menyerah. Tidak apa-apa berjalan lebih lambat, asalkan tetap berusaha untuk sampai pada tujuan,” pesannya.

Ia berharap para mahasiswa dapat tetap semangat, menghargai setiap proses, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Sebab, setiap pengalaman, termasuk kesulitan dan kegagalan, akan menjadi bagian berharga dalam perjalanan menuju masa depan.

Wisuda Angkatan ke-25 Universitas Suryakancana tidak hanya menjadi momen perayaan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah.

Kisah Nanda Sari Handayani menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik bukan semata-mata tentang menyelesaikan pendidikan, melainkan juga tentang proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta kesiapan untuk terus berkembang menghadapi kehidupan setelah kampus.(Cr)


 

© Copyright 2026 - Bewara Suryakancana